Senin, 06 Oktober 2014

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (SPK)

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).

SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.

SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan menegement science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini computer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.

Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993) :
  1. Sistem yang berbasis komputer. 
  2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan 
  3. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual 
  4. Melalui cara simulasi yang interaktif 
  5. Dimana data dan model analisis sebaai komponen utama.

Komponen Sistem Pendukung Keputusan

Secara umum Sistem Pendukung Keputusan dibangun oleh tiga komponen besar yaitu database Management, Model Base dan Software System/User Interface. Komponen SPK tersebut dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.
Komponen Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Komponen Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

a. Database Management

Merupakan subsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.

b. Model Base

Merupakan suatu model yang merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Model Base memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan solusi alternatif.

c. User Interfase / Pengelolaan Dialog

Terkadang disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam Sistem Pendukung Keputusan.

Manfaat Sistem Pendukung Keputusan

SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK adalah :
  1. SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya. 
  2. SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama barbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur. 
  3. SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan. 
  4. Walaupun suatu SPK mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya,karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.

Contoh Program

Dim pertama(6) As Currency, a As Currency
Dim kedua(6) As Currency, b As Currency
Dim ketiga(6) As Currency, c As Currency
Dim keempat(6) As Currency, d As Currency
Dim satu, dua, tiga, empat, lima, enam As Currency
Dim terakhir(6) As Currency, akhir As Currency
Private Sub cmdkeluar_Click()
Unload Me
End Sub
Private Sub cmdbersih_Click()
On Error Resume Next
c1a.SetFocus
c1a.Text = ""
c2a.Text = ""
c3a.Text = ""
c4a.Text = ""
c1b.Text = ""
c2b.Text = ""
c3b.Text = ""
c4b.Text = ""
c1c.Text = ""
c2c.Text = ""
c3c.Text = ""
c4c.Text = ""
c1d.Text = ""
c2d.Text = ""
c3d.Text = ""
c4d.Text = ""
c1e.Text = ""
c2e.Text = ""
c3e.Text = ""
c4e.Text = ""
c1f.Text = ""
c2f.Text = ""
c3f.Text = ""
c4f.Text = ""
p1.Text = ""
p2.Text = ""
p3.Text = ""
p4.Text = ""
r1a.Text = ""
r2a.Text = ""
r3a.Text = ""
r4a.Text = ""
r1b.Text = ""
r2b.Text = ""
r3b.Text = ""
r4b.Text = ""
r1c.Text = ""
r2c.Text = ""
r3c.Text = ""
r4c.Text = ""
r1d.Text = ""
r2d.Text = ""
r3d.Text = ""
r4d.Text = ""
r1e.Text = ""
r2e.Text = ""
r3e.Text = ""
r4e.Text = ""
r1f.Text = ""
r2f.Text = ""
r3f.Text = ""
r4f.Text = ""
rc1.Text = ""
rc2.Text = ""
rc3.Text = ""
rc4.Text = ""
h1.Text = ""
h2.Text = ""
h3.Text = ""
h4.Text = ""
h5.Text = ""
h6.Text = ""
nama1.Text = ""
nama2.Text = ""
nama3.Text = ""
nama4.Text = ""
nama5.Text = ""
nama6.Text = ""
nm1.Caption = ""
nm2.Caption = ""
nm3.Caption = ""
nm4.Caption = ""
nm5.Caption = ""
nm6.Caption = ""
hasilnilai.Text = ""
gambar.Visible = False
End Sub
Private Sub cmdproses_Click()

pertama(0) = Val(c1a.Text)
pertama(1) = Val(c1b.Text)
pertama(2) = Val(c1c.Text)
pertama(3) = Val(c1d.Text)
pertama(4) = Val(c1e.Text)
pertama(5) = Val(c1f.Text)


pertamamaks = pertama(1)
For a = 0 To 5
    If pertama(a) > pertamamaks Then pertamamaks = pertama(a)
Next
r1a.Text = Val(c1a.Text) / pertamamaks
r1b.Text = Val(c1b.Text) / pertamamaks
r1c.Text = Val(c1c.Text) / pertamamaks
r1d.Text = Val(c1d.Text) / pertamamaks
r1e.Text = Val(c1e.Text) / pertamamaks
r1f.Text = Val(c1f.Text) / pertamamaks

r1a.Text = Format((r1a.Text), "0.00")
r1b.Text = Format((r1b.Text), "0.00")
r1c.Text = Format((r1c.Text), "0.00")
r1d.Text = Format((r1d.Text), "0.00")
r1e.Text = Format((r1e.Text), "0.00")
r1f.Text = Format((r1f.Text), "0.00")

kedua(0) = Val(c2a.Text)
kedua(1) = Val(c2b.Text)
kedua(2) = Val(c2c.Text)
kedua(3) = Val(c2d.Text)
kedua(4) = Val(c2e.Text)
kedua(5) = Val(c2f.Text)
keduamaks = kedua(1)
For b = 0 To 5
    If kedua(b) > keduamaks Then keduamaks = kedua(b)
Next
r2a.Text = Val(c2a.Text) / keduamaks
r2b.Text = Val(c2b.Text) / keduamaks
r2c.Text = Val(c2c.Text) / keduamaks
r2d.Text = Val(c2d.Text) / keduamaks
r2e.Text = Val(c2e.Text) / keduamaks
r2f.Text = Val(c2f.Text) / keduamaks

r2a.Text = Format((r2a.Text), "0.00")
r2b.Text = Format((r2b.Text), "0.00")
r2c.Text = Format((r2c.Text), "0.00")
r2d.Text = Format((r2d.Text), "0.00")
r2e.Text = Format((r2e.Text), "0.00")
r2f.Text = Format((r2f.Text), "0.00")

ketiga(0) = Val(c3a.Text)
ketiga(1) = Val(c3b.Text)
ketiga(2) = Val(c3c.Text)
ketiga(3) = Val(c3d.Text)
ketiga(4) = Val(c3e.Text)
ketiga(5) = Val(c3f.Text)
ketigamaks = ketiga(1)
For c = 0 To 5
    If ketiga(c) > ketigamaks Then ketigamaks = ketiga(c)
Next
r3a.Text = Val(c3a.Text) / ketigamaks
r3b.Text = Val(c3b.Text) / ketigamaks
r3c.Text = Val(c3c.Text) / ketigamaks
r3d.Text = Val(c3d.Text) / ketigamaks
r3e.Text = Val(c3e.Text) / ketigamaks
r3f.Text = Val(c3f.Text) / ketigamaks

r3a.Text = Format((r3a.Text), "0.00")
r3b.Text = Format((r3b.Text), "0.00")
r3c.Text = Format((r3c.Text), "0.00")
r3d.Text = Format((r3d.Text), "0.00")
r3e.Text = Format((r3e.Text), "0.00")
r3f.Text = Format((r3f.Text), "0.00")

keempat(0) = Val(c4a.Text)
keempat(1) = Val(c4b.Text)
keempat(2) = Val(c4c.Text)
keempat(3) = Val(c4d.Text)
keempat(4) = Val(c4e.Text)
keempat(5) = Val(c4f.Text)
keempatmaks = keempat(1)
For d = 0 To 5
    If keempat(d) > keempatmaks Then keempatmaks = keempat(d)
Next
r4a.Text = Val(c4a.Text) / keempatmaks
r4b.Text = Val(c4b.Text) / keempatmaks
r4c.Text = Val(c4c.Text) / keempatmaks
r4d.Text = Val(c4d.Text) / keempatmaks
r4e.Text = Val(c4e.Text) / keempatmaks
r4f.Text = Val(c4f.Text) / keempatmaks

r4a.Text = Format((r4a.Text), "0.00")
r4b.Text = Format((r4b.Text), "0.00")
r4c.Text = Format((r4c.Text), "0.00")
r4d.Text = Format((r4d.Text), "0.00")
r4e.Text = Format((r4e.Text), "0.00")
r4f.Text = Format((r4f.Text), "0.00")

satu = (Val(r1a.Text) * Val(p1.Text)) + (Val(r2a.Text) * Val(p2.Text)) + (Val(r3a.Text) * Val(p3.Text)) + (Val(r4a.Text) * Val(p4.Text))
dua = (Val(r1b.Text) * Val(p1.Text)) + (Val(r2b.Text) * Val(p2.Text)) + (Val(r3b.Text) * Val(p3.Text)) + (Val(r4b.Text) * Val(p4.Text))
tiga = (Val(r1c.Text) * Val(p1.Text)) + (Val(r2c.Text) * Val(p2.Text)) + (Val(r3c.Text) * Val(p3.Text)) + (Val(r4c.Text) * Val(p4.Text))
empat = (Val(r1d.Text) * Val(p1.Text)) + (Val(r2d.Text) * Val(p2.Text)) + (Val(r3d.Text) * Val(p3.Text)) + (Val(r4d.Text) * Val(p4.Text))
lima = (Val(r1e.Text) * Val(p1.Text)) + (Val(r2e.Text) * Val(p2.Text)) + (Val(r3e.Text) * Val(p3.Text)) + (Val(r4e.Text) * Val(p4.Text))
enam = (Val(r1f.Text) * Val(p1.Text)) + (Val(r2f.Text) * Val(p2.Text)) + (Val(r3f.Text) * Val(p3.Text)) + (Val(r4f.Text) * Val(p4.Text))

h1.Text = satu
h2.Text = dua
h3.Text = tiga
h4.Text = empat
h5.Text = lima
h6.Text = enam

terakhir(0) = Val(h1.Text)
terakhir(1) = Val(h2.Text)
terakhir(2) = Val(h3.Text)
terakhir(3) = Val(h4.Text)
terakhir(4) = Val(h5.Text)
terakhir(5) = Val(h6.Text)

h1.Text = Format((h1.Text), "0.000")
h2.Text = Format((h2.Text), "0.000")
h3.Text = Format((h3.Text), "0.000")
h4.Text = Format((h4.Text), "0.000")
h5.Text = Format((h5.Text), "0.000")
h6.Text = Format((h6.Text), "0.000")

terakhirmaks = terakhir(1)
For akhir = 0 To 5
    If terakhir(akhir) > terakhirmaks Then terakhirmaks = terakhir(akhir)
Next
hasilnilai.Text = terakhirmaks
hasilnilai.Text = Format((hasilnilai.Text), "0.000")
gambar.Visible = True
End Sub

Private Sub Image1_Click()
makeTransparent Me.hWnd, 50
End Sub

Private Sub nama1_Change()
nm1.Caption = nama1.Text
End Sub

Private Sub nama1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Private Sub nama2_Change()
nm2.Caption = nama2.Text
End Sub

Private Sub nama2_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Private Sub nama3_Change()
nm3.Caption = nama3.Text
End Sub

Private Sub nama3_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Private Sub nama4_Change()
nm4.Caption = nama4.Text
End Sub

Private Sub nama4_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Private Sub nama5_Change()
nm5.Caption = nama5.Text
End Sub

Private Sub nama5_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Private Sub nama6_Change()
nm6.Caption = nama6.Text
End Sub
Private Sub c1a_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c2a_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c3a_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c4a_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Private Sub c1b_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c2b_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c3b_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c4b_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Private Sub c1c_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c2c_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c3c_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c4c_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Private Sub c1d_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c2d_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c3d_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c4d_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Private Sub c1e_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c2e_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c3e_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c4e_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Private Sub c1f_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c2f_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c3f_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub c4f_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub nama6_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Private Sub p1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub p2_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub p3_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub
Private Sub p4_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
SendKeys "{tab}"
End If
End Sub

Sumber : http://iswahyudi150887.blogspot.com/2014/02/pengertian-sistem-pendukung-keputusan.html

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

1. Pengertian dan Peranan SIM
Bagi orang yang belum pernah belajar tentang Sistem Informasi
Manajemen (SIM), sering sekali pengertian SIM menjadi rancu dengan
pengolahan data. Untuk memberikan pengertian yang benar tentang SIM,
berikut ini diberikan beberapa definisi:

Data Processing (Pengolahan Data): adalah manipulasi atau transformasi
simbul-simbul sebagai bilangan-bilangan dan huruf-huruf untuk tujuan
meningkatkan kegunaannya. Pengolahan data mencakup semua kegiatan
yang termasuk didalam mempertahankan akurasi dan rekor yang up-todate
dari operasi suatu perusahaan. Pengolahan data meliputi pengumpulan
data yang menggambarkan aktivitas perusahaan, manipulasi data menjadi
bentuk yang berguna, menyimpan data sampai digunakan kembali, dan
menghasilkan dokumen-dokumen yang dapat digunakan oleh perorangan
ataupun kelompok, baik dari dalam maupun luar perusahaan.

Sistem Informasi Manajemen (SIM): adalah sistem formal dan informal
yang menyediakan informasi di masa lalu, sekarang, dan proyeksi masa
depan baik secara lisan dan tulisan yang berhubungan dengan operasi
perusahaan dan lingkungannya. Informasi ini penting bagi manajer atau
karyawan dalam membantu pengambilan keputusan.

Sistem Penunjang Keputusan (Decision Support System=DSS):
merupakan sistem yang berbasis komputer yang diharapkan untuk
digunakan oleh manajer tertentu atau sekumpulan manajer pada setiap
level organisasi dalam pembuatan keputusan sebagai dasar untuk
pemecahan masalah yang semi-struktural.

Otomatisasi Perkantoran (Office Automation=OA): mencakup semua
sistem formal dan informal yang pada intinya menekankan pada
komunikasi informasi dari dan kepada orang-orang dalam perusahaan.

Experts System (ES): adalah program komputer yang berfungsi sama
seperti keahlian manusia, memberikan saran pada pemakai bagaimana
memecahkan suatu masalah.
Kalau hal tersebut di atas digambarkan dalam suatu ruang berdimensi tiga,

2. Manajemen Informasi
Manajer menggunakan banyak laporan atau tampilan informasi untuk
mencerminkan kondisi fisik perusahaan. Dapat dibayangkan bagaimana
perusahaan yang besar hampir sepenuhnya harus mengandalkan informasi.
Para eksekutif sangat mungkin menganggap informasi sebagai sumberdaya
mereka yang paling berharga.
Jenis-jenis Sumberdaya Informasi:
Manusia
Material
Mesin (termasuk fasilitas dan enerji)
Uang
Informasi (termasuk data)

Tugas manajer adalah bagaimana mengelola sumberdaya ini agar dapat
digunakan secara efektif.

Empat jenis sumberdaya yang pertama memiliki wujud, ada secara fisik,
dan dapat disentuh. Sumberdaya ini disebut sumberdaya fisik. Sumberdaya
yang terakhir, informasi, memiliki nilai dari apa yang diwakilinya, bukan dari
bentuknya, disebut sumberdaya konseptual.
Manajemen Sumberdaya
Sumberdaya diperoleh dan disusun agar siap digunakan saat diperlukan.
Setelah sumberdaya disusun, manajer berusaha untuk memaksimalkan
penggunaannya, meminimalkan waktu yang terbuang dan menjaganya agar
berfungsi pada efisiensi puncak. Akhirnya, manajer mengganti sumberdaya ini
pada saat kritis—sebelum sumberdaya tersebut menjadi tidak efisien atau
usang.

3 Bagaimana Informasi Dikelola
Manajer bukan saja mengelola sumberdaya fisik, tetapi juga sumberdaya
konseptual. Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan
terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna. Kemudian
dipastikan siapa yang layak memperoleh informasi tersebut dalam bentuk
yang tepat pada saat yang tepat sehingga informasi tersebut dapat
dimanfaatkan. Akhirnya manajer membuang informasi yang tidak berguna dan
menggantikan dengan yang mutakhir dan akurat. Seluruh aktivitas ini:
memperoleh informasi, menggunakan secara efektif, dan membuangnya pada
saat yang tepat disebut manajemen informasi.

2. SIM Dimata Pemakai
Para manajer memberikan perhatian yang semakin besar pada manajemen
informasi belakangan ini karena dua alasan: (1) kegiatan bisnis semakin
kompleks, dan (2) kemampuan komputer semakin baik.
Kompleksitas kegiatan bisnis yang meningkat, karena:
Pengaruh ekonomi internasional
Persaingan dunia
Kompleksitas teknologi yang meningkat
Batas waktu yang singkat
Kendala-kendala sosial.

Kemampuan komputer yang semakin baik:
Dalam tahun 1950-an dan 60-an ukuran komputer besar dan kecepatan
lambat dan hanya boleh disentuh para spesialis.
Sekarang pemakai mungkin hanya menggunakan terminal atau PC di
ruangan, ada jaringan dan pemakai tahu cara menggunakannya
Pemakai memandang komputer sebagai peralatan kantor yang
dibutuhkan.

Siapakah Para Pemakai?
Pada awalnya pemakai output komputer adalah adalah pegawai
administrasi di bagian akuntansi, yang komputernya melakukan aplikasi
pembayaran gaji, pengelolaan persediaan, dan penagihan. Para pemakai
komputer meliputi: manajer, non-manajer, dan orang-orang dan organisasiorganisasi
dalam lingkungan perusahaan.
Tingkatan manajemen adalah tingkat perencanaan strategis, seperti
direktur dan para wakil direktur. Manajer tingkat menengah mencakup
manajer wilayah, direktur produk dan kepala devisi dinamakan tingkat
pengendalian manajemen. Dan manajer tingkat bawah mencakup kepala
departemen, penyelia, dan pimpinan proyek yang bertanggung jawab pada
pelaksanaan rencana-rencana tingkat yang lebih tinggi disebut tingkat
pengendalian operasional.

Manajer dan Sistem
Ahli-ahli manajemen sering mengatakan bahwa seorang manajer harus
memandang organisasinya sebagai suatu sistem.
Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan
maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Semua sistem tidak memiliki
kombinasi elemen-elemen yang sama. Sistem dapat dikelompokkan menjadi
sistem lingkaran terbuka dan lingkaran tertutup.

Sistem lingkaran terbuka adalah suatu sistem tanpa kontrol, lingkaran
balik, dan tujuan. Sebaliknya sistem lingkaran tertutup adalah sistem dengan
tiga elemen kontrol (tujuan, mekanisme kontrol, dan lingkaran umpan balik).
Gambar 4. Sistem Lingkaran Tertutup (Closed-loop System)
Kalau berbicara sistem, tentu ada sub-sistem dan supra sistem. Sub-sistem
adalah sistem di dalam sistem. Supra sistem adalah sistem yang lebih besar
dari suatu sistem. Contoh: pemerintah kota adalah sistem, tetapi ia juga
merupakan bagian dari sistem yang lebih besar – pemerintahan propinsi.
Pemerintahan propinsi adalah supra sistem dari pemerintahan kota dan juga
merupakan sub-sistem dari pemerintahan nasional.
Gambar 5. Sistem Dapat Terdiri Dari Sub-Sistem atau Bagian Elemen
Perusahaan bisnis adalah suatu sistem fisik yang berada pada satu atau
lebih sistem lingkungan yang lebih besar atau super sistem.

Perusahaan adalah sub-sistem di dalam sistem yang lebih besar
Dalam sumberdaya informasi di atas disebutkan data dan informasi. Data
terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi
pemakai. Contoh: jumlah jam kerja pemakai. Informasi adalah data yang
telah diproses atau data yang memiliki arti. Contoh: pendapatan kotor tiap
karyawan jika dijumlahkan akan menjadi total biaya gaji perusahaan

3. Perkembangan Konsep SIM
Usaha awal untuk menerapkan komputer dalam area bisnis terfokus pada
data. Kemudian penekanan pada informasi dan pendukung keputusan.
Sekarang, komunikasi dan konsultasi mendapat perhatian yang paling besar.
Fokus Awal pada Data
Selama paruh pertama abad dua puluh, saat punched card dan keydriven
bookkeeping machines berada dalam masa jayanya, perusahaan-perusahaan
umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajer. Praktek ini
diteruskan dengan komputer generasi pertama yang terbatas untuk aplikasi
akuntansi.

Nama untuk aplikasi akuntansi berbasis komputer adalah pengolahan
data elektronik (electronic data processing=EDP). Istilah EDP tidak lagi
populer dan telah disingkat menjadi data processing (DP). Kita menggunakan
istilah Sistem Informasi Akuntansi (SIA) atau Accounting Information
System untuk menggambarkan sistem yang memproses aplikasi aplikasi
pengolahan data perusahaan. SIA menghasilkan beberapa informasi sebagai
produk sampingan dari proses akuntansi.

Fokus Baru pada Informasi
Tahun 1964 diperkenalkan alat penghitung generasi komputer. Komputer
baru ini menggunakan sirkuit silikon sehingga daya proses lebih besar.
Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat
komputer untuk mendukung peralatan baru tersebut. Konsep SIM menyadari
bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan
informasi manajemen. Konsep ini banyak diterima perusahaan besar.
Perkembangannya tidak mulus, karena: (1) kurangnya pengetahuan
tentang komputer, (2) kurangnya pengetahuan tentang bisnis dan keawaman
spesialis informasi mengenai peran manajemen, (3) peralatan komputer mahal
dan terbatas, dan lain-lain. Kesalahan secara khusus adalah sistem tersebut
terlalu ambisius.

Fokus Revisi pada Pendukung Keputusan
Sementara banyak orang hanya mengamati dari pinggir saat perusahaanperusahaan
berjuang dengan SIM raksasa mereka, sejumlah ilmuwan
informasi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) memformulasikan
pendekatan yang berbeda. Ilmuwan ini adalah Michael S. Scott Morton, G.
Anthony Gorry, dan Peter G.W. Keen dan konsep mereka disebut Sistem
Pendukung Keputusan (Decision Support System = DSS).
Pada tahun-tahun awal era DSS, terdapat banyak argumen mengenai DSS
dan SIM. Apakah DSS menawarkan pendekatan baru pada penggunaan
komputer dan jika memang demikian bagaimana?.
SIM adalah suatu sumberdaya organisasional. SIM dimaksudkan untuk
menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara
umum, sedangkan DSS dimaksudkan untuk mendukung satu orang manajer
secara khusus.

Fokus Sekarang pada Komunikasi
Pada saat DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada aplikasi
komputer yang lain: otomatisasi kantor (office automation = OA). OA
memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para
manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik.
OA dimulai pada tahun 1964 saat IBM mengumumkan produknya,
Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST), yaitu mesin tik yang dapat
mentik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik. Operasi pentikan
ini mengarah pada aplikasi OA yang disebut pengolahan kata (word
processing).

OA berkembang meliputi aplikasi: konferensi jarak jauh
(teleconferencing), voice mail, surat elektronik (electronic mail), electronic
calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing.
Fokus Potensial pada Konsultasi

Perkembangan saat ini adalah penerapan kecerdasan buatan (artificial
intelligence = AI), bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar AI adalah bahwa
bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran
logis yang sama seperti manusia. Bagian khusus dari AI, yaitu sistem pakar
(expert system = ES) yang paling banyak mendapatkan perhatian.


SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.
Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
  • SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
  • Berpegang pada prosedur yang relatif standar
  • Menangani data rinci
  • Berfokus historis
  • Menyediakan informasi pemecahan minimal

Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
  • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  • Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem :
  • Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
  • Sistem buku besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
  • Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggung jawaban.

Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi Manajemen. Adapun perbedaan keduanya adalah :
  • SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan
  • SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi

Sebuah Sistem Informasi Akuntansi menambah nilai dengan cara:
  • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
  • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
  • Meningkatkan efisiensi
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
  • Meningkatkan sharing knowledge
  • Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

2 komponen Sistem Informasi Akuntansi antara lain :
  • Spesialis Informasi
  • Akuntan

Contoh Sistem Informasi Akuntansi sebagai pusat informasi perusahaan :
  • Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
  • Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.

Kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.
Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
  • Pentingnya komunikasi antar departemen yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
  • Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.

Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Akuntansi dibedakan menjadi 2, yaitu :
  • Informasi Akuntansi keuangan, berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
  • Informasi Akuntansi Manajemen, berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna.
Adapun kerangka kerja sistem informasi dibagi menjadi 2 yang utama yaitu : Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
  • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  • Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
  • Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis harian.
  • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
  • Sistem pelaporan manajemen
yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :
  • Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
  • Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
  • Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?

Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
  • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
  • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
  • Meningkatkan efisiensi
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
  • Meningkatkan sharing knowledge
  • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan