Selasa, 22 Maret 2016

TERAPAN KOMPUTER PERBANKAN

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :
    a. Pengertian Bank 
    b. Sebutkan dan Jelaskan Fungsi Bank
    c. Peranan Bank Indonesia (BI) dalam Perbankan
    d. Sebutkan Macam-macam Bentuk Bank Berdasarkan :
        1. Jenis
        2. Kepemilikan
        3. Bentuk Hukum
        4. Kegiatan Usah atau Status
        5. Sistem Penentuan Harga

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :
    a. Neraca Bank
    b. Laporan Rugi/Laba Bank
    c. Laporan Kualitas Aktiva Produktif
    d. Laporan Komitmen dan Kontigensi


1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :

a. Pengertian Bank

Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut undang-undang perbankan. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. 

b. Sebutkan dan Jelaskan Fungsi Bank

1. Penghimpun dana untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada 3 sumber, yaitu :

a. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.

b. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.

c. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam) dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena banyak kredit yang bermasalah atau macet.

2. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.

3. Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya. 

Adapun secara spesifik bank bank dapat berfungsi sebagai agent of trust, agent of develovment dan agen of services.

Penyalur/pemberi Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti

1. Agent Of Trust
Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan. Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank dan  kepercayaan ini akan terus berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan ini penting dibangun karena dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan untuk baik dari segi penyimpangan dana, penampung dana maupun penerima penyaluran dana tersebut.

2. Agent Of Development
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.

3. Agent Of Services
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum.

1.  Fungsi Bank Central 

-  Bank sirkulasi. Mengatur peredaran keuangan suatu negara.
-  Bank to bank. Mengatur perbankan di suatu negara.
-  Lender of the last resort. Sebagai tempat peminjaman yang terakhir.

2.  Fungsi-fungsi Bank Umum 

  • Penciptaan Uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindah bukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan posisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.
  • Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran. Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.
  • Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.
  • Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional.
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.
  • Penyimpanan Barang-barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah salah satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.
  • Pemberian Jasa-jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.

3.  Fungsi BPR

Fungsi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) secara umum adalah sebagai badan usaha yang menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat, harus mampu menunjang modernisasi pedesaan dan memberikan layanan jasa perbankan bagi golongan ekonomi lemah/pengusaha kecil. Sebagian besar pelayanan BPR diberikan kepada masyarakat yang bermodal kecil, yang sebagian berada pada sektor informal, sehingga perbaikan kinerja, baik keuangan, manajemen, administrasi harus ditingkatkan kualitasnya.

c. Peranan Bank Indonesia (BI) dalam Perbankan

Bank Indonesia memiliki 5 peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama yang mencakup kebijakan dan instrumen dalam menjaga stabilitas sistem keuangan itu adalah :

1. Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank Indonesia dituntut untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan berimbang. Hal ini mengingat gangguan stabilitas moneter memiliki dampak langsung terhadap berbagai aspek ekonomi.

2. Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan seperti itu dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi.

3. Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Bila terjadi gagal bayar (failure to settle) pada salah satu peserta dalam sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan tersebut dapat menimbulkan risiko yang bersifat menular (contagion risk) sehingga menimbulkan gangguan yang bersifat sistemik. Bank Indonesia mengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran yang cenderung semakin meningkat. Antara lain dengan menerapkan sistem pembayaran yang bersifat real time atau dikenal dengan nama sistem RTGS (Real Time Gross Settlement) yang dapat lebih meningkatkan keamanan dan kecepatan sistem pembayaran.

4. Melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Melalui pemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan. Melalui riset, Bank Indonesia dapat mengembangkan instrumen dan indikator macroprudential untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan.

5. Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaringan pengaman sistem keuangan melalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu terjadinya krisis yang bersifat sistemik. Pada kondisi normal, fungsi LoLR dapat diterapkan pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas temporer namun masih memiliki kemampuan untuk membayar kembali. 

d. Sebutkan Macam-macam Bentuk Bank Berdasarkan :

1. Jenis

a. Bank Sentral

Bank Sentral yang dimaksud adalah Bank Indonesia. Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini. Menurut UU Pokok Perbankan nomor 14 Tahun 1967 jenis perbankan menurut fungsinya terdiri atas : Bank Umum, Bank Pembangunan, Bank Tabungan, Bank Pasar, Bank Desa, Lumbung Desa, atau Bank Pegawai.

Namun setelah keluar UU Pokok Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dan ditegaskan lagi dengan keluarnya UU RI nomor 10 tahun 1998, jenis perbankan menjadi Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pembangunan dan Bank Tabungan berubah fungsi menjadi Bank Umum, sedangkan Bank Desa, Bank Pasar, Lumbungan desa dan Bank Pegawai menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Tugas pokok Bank Sentral adalah :

1.) mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

2.) mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.

b. Bank Umum

Pengertian bank umum menurut Peraturan Bank Indonesia No. 9/7/PBI/2007 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum, artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank umum sering disebut bank komersial (commercial bank).

c. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Artinya, kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan Bank Umum. Dengan demikian, dewasa ini di Indonesia terdapat tiga macam bank yaitu bank Sentral, Bank Umum, dan Bank Perkreditan Rakyat. 

2. Kepemilikan 

Apabila ditinjau dari segi kepemilikannya, jenis bank terdiri atas bank milik pemerintah, bank milik swasta nasional, dan bank milik swasta asing.

1.) Bank milik Pemerintah
Bank Pemerintah adalah bank di mana baik akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank dimiliki oleh pemerintah pula. Contohnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri. Selain itu ada juga bank milik pemerintah daerah yang terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing provinsi. Ditinjau dari segi kepemilikan adalah siapa pun yang turut andil dalam pendirian suatu bank. Kepemilikan bank dapat dilihat dari akte pendirian dan penguasaan saham yang dimilikinya.
·         Bank Negara Indonesia 46 (BNI)
·         Bank Rakyat Indonesia (BRI)
·         Bank Tabungan Negara (BTN)
·         Contoh Bank DKI
·         Bank Jateng,dan sebagainya.

Sedangkan bank milik pemerintah daerah (Pemda) terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II. Contoh bank pemerintah daerah adalah BPD DKI Jakarta, BPD Jawa Barat, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur, BPD Sumatera Utara, BPD Sumatra Selatan, BPD Sulawesi Selatan, dan BPD lainnya.

2.) Bank milik Swasta Nasional
Bank jenis ini, seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional. Akte pendiriannya menunjukkan kepemilikan swasta, begitu pula pembagian keuntungannya untuk pihak swasta. Contoh bank milik swasta nasional antara lain : Bank Muamalat, Bank Central Asia, Bank Bumi Putra, Bank Danamon, Bank Duta, Bank Nusa Internasional, Bank Niaga, Bank Universal, Bank Internasional Indonesia.

3.) Bank milik Koperasi
Kepemilikan saham-saham bank ini dimiliki oleh badan hukum koperasi, contohnya adalah Bank Umum Koperasi Indonesia.

4.) Bank milik Campuran
Kepemilikan saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Saham bank campuran secara mayoritas dimiliki oleh warga negara Indonesia. Contoh bank campuran antara lain : Sumitono Niaga Bank, Bank Merincop, Bank Sakura Swadarma, Bank Finconesia, Mitsubishi Buana Bank, Inter Pacifik Bank, Paribas BBD Indonesia, Ing Bank, Sanwa Indonesia Bank, dan Bank PDFCI.

5.) Bank milik Asing
Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. Contohnya ABN AMRO bank, City Bank, dan lain-lain.

3. Bentuk Hukum

1. Bank berbentuk Perseroan Terbatas (PT) : adalah bank yang sumber dananya berasal dari para investor yang menanamkan modalnya dengan cara membeli saham sehingga bentuk badan hukumnya adalah perseroan terbatas. contohnya adalah bank swasta nasional seperti diungkapkan diatas.

2. Bank berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) : adalah bank yang dimiliki olehpemerintah sehingga berbentuk Badan Usaha Milik Pemerintah. contohnya adalah bank-bank milik pemerintah

3. Bank Berbentuk Koperasi

4. Bank Berbentuk Badan Usaha Milik Perseorangan : Adalah bank milik perseorangan sehingga berbentuk Badan usaha milik perseorangan.

5. Bank berbentuk Firma : adalah bank yang dimiliki oleh beberapa orang sebagai pemilik modal utamanya yang bekerja sama membentuk bank.

4. Kegiatan Usaha dan Status

Dilihat dari segi kemampuannya dalam melayani masyarakat, bank umum dapat diklasifikasikan ke dalam dua macam. Pengklasifikasian ini berdasarkan kedudukan atau status bank tersebut. Kedudukan atau status ini menunjukkan ukuran kemampuan bank dalam melayani masyarakat baik dari jumlah produk, modal, maupun kualitas pelayanannya. Oleh karena itu, untuk memperoleh status tersebut diperlukan penilaian-penilaian dengan kriteris tertentu. 

Status bank yang dimaksud adalah :

1.) Bank Devisa
Adalah bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan. Misalnya transfer keluar negeri, inkaso keluar negeri, traveller cheque, pembukaan dan pembayaran Letter of Credit dan transaksi lainnya. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ini ditentukan oleh Bank Indonesia.

2.) Bank Non-Devisa
Adalah bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapat melaksanakan kegiatan seperti halnya bank devisa. Jadi bank non-devisa hanya dapat melakukan transaksi dalam batas-batas negara.

5. Sistem Penentuan Harga

Berdasarkan cara menentukan harga, bank dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

a. Bank yang berdasarkan prinsip konvensional (Barat) Hampir semua bank yang ada di Indonesia berdasarkan prinsip kerja konvensional. Bank konvensional mendapatkan keuntungan dengan cara menetapkan bunga sebagai harga, baik untuk simpanan seperti giro, tabungan maupun deposito. Harga untuk pinjaman (kredit) juga ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga. Sedangkan penetapan keuntungan untuk jasa bank lainnya ditetapkan biaya dalam nominal atau persentase tertentu.

b. Bank yang berdasarkan prinsip syariah (Islam) Perbedaan pokok antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada landasan falsafah yang dianut. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga, sedangkan bank konvensional dengan sistem bunga. Bagi bank syariah penentuan harga atau pencarian keuntungan didasarkan pada prinsip bagi hasil.


2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :

a. Neraca Bank 

Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisis keuangan perusahaan dalam suatu tanggal tertentu atau a moment of time, atau sering juga disebut per tanggal tertentu misalnya per tanggal 31 Desember 2009. Posisi yang digambarkan adalah posisi harta, utang dan modal.

b. Laporan Rugi/Laba Bank 

Laporan Rugi / Laba adalah laporan akuntansi utama, atau bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.

c. Laporan Kualitas Aktiva Produktif

Kualitas Aktiva Produktif adalah earnings asset quality yaitu tolok ukur untuk menilai tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan dalam aktiva produktif (pokok termasuk bunga) berdasarkan kriteria tertentu; di Indonesia, kualitas aktiva produktif dinilai berdasarkan tingkat keter(tagihan)nya, yaitu lancar, dalam perhatian khusus, kredit kurang lancar, kredit diragukan, atau kredit macet.

d. Laporan Komitmen dan Kontigensi 

Komitmen bank adalah suatu ikatan atau kontrak atau berupa janji yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) secara sepihak oleh bank baik dalam rupiah maupun valuta asing, Komitmen disajikan dalam laporan komitmen dan kontijensi tanpa pos lawan. Tagihan komitmen antara lain : Fasilitas pinjaman yang diterima dari pihak lain yang belum ditarik posisi pembelian valuta asing dll. Komitmen adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara satu pihak.

Kontinjensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan, yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa dimasa yang akan datang. Pengungkapan akan peristiwa kontinjensi diharuskan dalam laporan keuangan.

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Bank

https://ferdinandwisnu.wordpress.com/2013/03/10/pengertian-bank-jenis-jenis-bank-fungsi-bank-dan-reformasi-bank/

http://dessputadoncia.blogspot.co.id/2013/04/13-jelaskan-tugas-dan-fungsi-bank.html

http://kadandia.blogspot.co.id/2012/03/peran-bank-indonesia-dalam-perbankan.html

http://www.ssbelajar.net/2013/04/pengertian-dan-jenis-jenis-bank.html

https://safrilblog.wordpress.com/2013/04/04/pengerian-neraca-bank-isielemen-neraca-bank-dan-contohnya/

https://diahanandagibran.wordpress.com/2015/04/24/pengertian-laporan-labarugi-bank/

http://saipulanwar94.blogspot.co.id/2015/04/laporan-kualitas-aktiva-produktif.html

http://cahayaniiminoz.blogspot.co.id/2013/05/25-pengertian-laporan-komitmen-dan.html

Kamis, 24 Desember 2015

PROPOSAL USAHA "SIOMAY"

BAB I PENDAHULUAN 
 
LATAR BELAKANG

1.1  Identifikasi Peluang Bisnis
Siomay merupakan makanan yang sering di jajakan di pinggiran jalan dan di tempat-tempat keramaian. Selain harganya yang terjangkau sehingga bisa di nikmati oleh semua kalangan, rasanya pun tidak kalah enaknya dengan makanan-makanan lain.
Siomay dengan memakai bahan baku utama yang segar dan penyajian yang belum pernah di produksi oleh penjual-penjual siomay lain, menambah daya tarik tersendiri dan mempunyai peluang untuk mendapatkan laba yang cukup menguntungkan.

1.2  Visi 
Menjadikan Siomay sebagai makanan tradisonal khas Indonesia yang mampu menembus pasaran dunia.

1.3  Misi
-          Membuat Siomay yang memiliki rasa yang tak kalah enak.
-          Memasarkan Siomay di pasar tradisional maupun pasar modern.
-          Mendirikan usaha wisata kuliner makanan khas Indonesia.


1.4  Penjelasan Produk
Produk yang akan ditawarkan adalah Siomay khas yang rasanya tak kalah enaknya, yang terbuat dari berbagai jenis bahan-bahan yang sehat dan segar.


1.5  Tujuan
Tujuan dalam membuat bisnis terbagi menjadi dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus, antara lain sebagai berikut :
Tujuan umum :
  • Membuat makanan yang unik.
  • Mendapatkan laba dari bisnis ini.
Tujuan khusus :
  • Untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen mata kuliah softskill ini. 

1.6  Manfaat
Siomay yang akan ditawarkan ini memiliki manfaat bagi kesehatan konsumen, karena terbuat dari bahan-bahan yang segar dan memiliki kandungan nilai gizi dan protein.


BAB II

ANALISA SWOT

2.1   Keunggulan produk (Strength)
>>   Produk yang unik.
>>   Harga yang terjangkau.
>>   Rasa yang enak.
>>   Terbuat dari bahan-bahan yang fresh dan bergizi.


2.2   Kelemahan (Weakness)
>>   Ketahanan produk terbatas.
>>   Pengalaman bisnis yang kurang.


2.3   Peluang (Opportunities)
>>   Tempat pemasaran yang mudah.
>>   Banyaknya konsumen karena cocok untuk semua kalangan.


2.4   Ancaman (Threat)
>>   Banyaknya pesaing usaha.

Dari analisis SWOT yang telah dilakukan maka kami memilih strategi S-O serta dengan upaya mengambil langkah penanggulangan ancaman serta upaya meminimalisir kelemahan untuk mengembangkan usaha ini yakni dengan :
1.    Menambah jenis produk.
2.    Perencanaan pembuatan tempat usaha sendiri yang lebih besar.


BAB III

PERENCANAAN BISNIS

3.1 Lokasi Usaha
      Lokasi yang stategis yang mudah dijangkau oleh kalangan masyarakat.
 
3.2 Pasar
1.   Mahasiswa.
2.   Dan semua kalangan masyarakat.
 
3.3 Tingkat Persaingan
Tingkat pesaing yang ada cukup banyak, namun untuk mendapatkan peminat konsumen, produk yang akan kami buat ini adalah lain dari yang lain, karena saya membuat produk ini dengan bahan-bahan yang segar dan sehat serta penyajiannya yang unik pula.

3.4 Upaya Pemasaran 
Dalam sebuah produksi suatu barang tentu upaya pemasaran adalah hal yang sangat penting karena tingkat persaingan yang tinggi. Pada bisnis produk siomay ini menggunakan strategi pemasaran sebagai berikut :
1. Memberikan jasa antar gratis pembelian dalam jumlah yang besar maupun kecil di sekitar tempat penjualan.
2. Penempelan pamflet dan brosur yang dapat menarik konsumen.

3.5 Modal
Modal awal dari modal sendiri yaitu Rp 250.000 per orang.
Modal          = biaya langsung + biaya tidak langsung
                     = 457.500 + 500.000
                     = 957.500


3.6 PERKIRAAN HASIL PENJUALAN
Pembiayaan
Biaya langsung

No
Nama bahan
Kebutuhan / Hari
Satuan
Harga Bahan
Satuan
Keseluruhan
1
Daging ayam cincang
3
Kg
35.000
105.000
2
Udang
3
Kg
10.000
  10.000
3
Bawang putih
½
Kg
11.000
  11.000
4
Daun bawang
4
Ikat
3.500
  14.000
5
Garam
2
Bungkus
2.500
    5.000
6
Merica bubuk
3
Bungkus
6.000
 18.000
7
Gula pasir
½
Kg
6.000
6.000
8
Tepung sagu
2
Kg
8.500
8.500
9
Tepung terigu
2
Kg
7.000
7.000
10
Telur
35
Butir
1.500
52.500
11
Cabai merah
½
Kg
11.000
11.000
12
Cabai rawit
½
Kg
15.000
15.000
13
Kencur
1
Kg
5.000
5.000
14
Kacang tanah
5
Kg
21.000
105.000
15
Asam
5
Bungkus
1.000
5.000
16
Gula merah
2
Kg
15.000
30.000
17
Minyak goreng
1
Liter
10.500
10.500
18
Arang
4
Kg
3000
12.000
19
Tusukan
500
Buah
10
5.000
20
Kecap
3
Kg
6.000
18.000
Jumlah Biaya Langsung
457.500

Biaya tidak langsung
Sewa tempat                           = Rp. 500.000 / bulan
Penjualan
Dalam sehari mampu memproduksi 500 buah
Dalam 1 buah dijual seharga Rp. 1.500
X = 500  *  1.500  =  750.000
Keuntungan perhari sebesar      = Pendapatan  –  Biaya - Biaya
                                                   = Rp. 750.000  –  Rp 457.500
                                                   = Rp. 292.500

Keuntungan perbulan sebesar    = Rp. 292.500  *  30  –  500.000
                                                   = Rp. 8.275.000


BAB IV

4.1 Real Business Plan
      Rencana Manajemen  

1.   Strategi Pemasaran
Tahap pemasaran adalah tahapan yang paling penting dalam suatu proses penjualan produk. Ada pun strategi penjualan yang saya lakukan antara lain :
>>  Memberikan jasa antar gratis pembelian.
>>  Penempelan pamflet dan brosur yang dapat menarik konsumen.
 
2.  Strategi Produksi
Membuat produk yang segar dan bergizi, serta memberikan pelayanan jasa pesan-anter.
 
3.  Strategi Organisasi dan SDM
Pengelolaan SDM merupakan hal yang karus dilakukan dalam melakukan suatu usaha, sehingga produktivitas dapat semakin berkembang dan kinerja karyawan semakin baik. Tahap-tahap pengembangan SDM tersebut antara lain :
1).  Karyawan dari Pemilik Modal
Dalam mengawali bisnis ini akan mempekerjakan 2 karyawan yang sekaligus pemilik modal yakni saya sendiri dan rekan saya.
2).  Dalam bisnis ini kami menerapkan sistem bagi hasil.

4.  Strategi Penetapan Harga 
Salah satu strategi yang jitu untuk menarik minat konsumen adalah dengan penetapan harga yang tepat dan terjangkau untuk konsumen. Konsumen menginginkan harga yang seminim mungkin namun dengan kualitas yang maksimal. Sedangkan kami mengharapkan keuntungan yang cukup besar dengan mengupayakan kualitas produk yang baik. Untuk itu harga yang telah ditetapkan dirasa telah sesuai dengan jaminan mutu dan terjangkau.
 
5.  Rencana Pengembangan Produksi
Rencana-rencana pengembangan produksi kami antara lain :
1).  Menambahkan berbagai macam produk olahan.
2).  Meningkatkan mutu dan kualitas produk.

6. Analisis Resiko Usaha dan Antisipasinya
Bisnis siomay ini mempunyai beberapa risiko. Untuk mengetahui risiko-risiko tersebut perlu diadakan analisis agar hal tersebut dapat diantisipasi. Hal-hal yang menjadi risiko dari bisnis ini, antara lain :
1).  Produk Kalah Bersaing
Sebagai bisnis yang baru di rintis ini siomay bakar belum menyatu dengan pikiran masyarakat.

2).  Kebosanan Konsumen
Kebosanan adalah hal manusiawi yang dimiliki oleh manusia. Tidak menutup kamungkinan apabila konsumen akan bosan dengan produk yang ditawarkan.
Setelah ditemukan risiko-risiko bisnis yang akan menjadi ancaman bagi bisnis ini maka diperlukan solusi konkrit untuk mengatasinya, solusi-solusi tersebut antara lain :
>>  Produk Kalah Bersaing
Agar produk kami dapat bersaing dengan produk-produk siomay yang lain, maka perlu menjaga kualitas produk dengan cara memperhatikan bahan-bahan baku maupun bahan setengah jadi yang dipakai. Selain itu kepuasan konsumen juga selalu diperhatikan dengan cara memenuhi permintaan ataupun keinginan konsumen terkait dengan kualitas rasa dan nilai kandungan di dalamnya.

>>  Kebosanan Konsumen
Dalam mengatasi rasa alamiah manusia ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kreativitas kombinasi rasa dan keunikan produk. Selain itu juga perlu proses pengembangan kualitas produk.


4.2  PROSES PRODUKSI

1. Masukkan semua adonan bahan ke dalam food processor, semua bahan diaduk jadi satu, lalu proses hingga benar-benar halus.
2. Bentuk bulat atau lonjong ukuran sedang (sesuai selera). Lakukan hingga adonan habis.
3. Kukus menggunakan dandang hingga matang, lalu angkat.
4. Letakkan beberapa siomay di piring datar, potong-potong, lalu siram dengan bumbu kacang.

Membuat Bumbu atau Saus Kacang : Menumis bumbu halus dan daun jeruk. Tambahkan kacang tanah halus. Kemudian Masukkan air, asam jawa, gula merah, dan garam. Masak dengan api sedang hingga mendidih dan bumbu mengental.

Cara Penyajian : Siomay yang sudah berbentuk bulat atau lonjong (sesuai selera) direbus atau dipanaskan terlebih dahulu, setelah matang disajikan dalam piring serta di campuri dengan bumbu/saus kacang. 

Image result for siomay


BAB V

PENUTUP

5.1    Kesimpulan
Siomay adalah produk makanan yang sehat dan bernilai gizi baik bagi kesehatan, karena terbuat dari bahan-bahan yang segar dan bergizi.

5.2    Saran
Dalam upaya menjalankan bisnis ini perlu adanya pengalaman yang cukup agar bisnis tersebut dapat mendatangkan keuntungan dan berjalan dengan baik. Perbedaan rasa dan cara penyajian produk mampu menarik konsumen. Sehingga meskipun banyak pesaing produk siomay, maka siomay yang akan menjadi minat tersediri bagi konsumen, karena rasa dan cara penyajiannya yang lain dari yang lain.